This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 Agustus 2018

PEKAN INI, DARI SUMATERA HINGGA PAPUA, IGI MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU

Tanpa harus menunggu APBN, tanpa harus menanti APBD, IGI terus bergerak meningkatkan kompetensi guru. Pekan ini, 20-26 Agustus 2018, IGI menggelar 21 kegiatan melibatkan hampir 4000 guru di 21 Kab/Kota Di Indonesia.
Upaya membangun budaya belajar dikalangan guru terus digalakkan IGI dengan semangat saling berbagi dan saling menumbuhkan. Pelatih IGI diterbangkan dari provinsi lain untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. IGI bukan hanya meningkatkan kompetensi guru yang dilatih tetapi juga terus mengasah kemampuan pelatih yang berasal dari kalangan guru juga. Seiring peningkatan kemampuan ini, kedepan diharapkan guru-guru IGI menjadi mandiri untuk terus menggali pengetahuan baru dan cara-cara baru menghadirkan pembelajaran yang menarik di ruang-ruang kelas dalam upaya meningkatkan kualitas manusia indonesia.
Inilah Kegiatan IGI Minggu ini (20-26 Agst 2018) :
1. (Sagupasi, Nursyamsi)Sosialisasi pendidikan Inklusif di kab Supiori 24 Agustus 2018, peserta 142 orang)
2. Sagudelta dan Saguwarna / Heri Risdianto ( Toli-toli, Sulteng, 25-26 Agustus 170 Peserta )
3. Sagusata ( Buol, Sulteng, Chustini, 25-26 Agustus 2018)
4. Sagusaku dan Sagumanisan ( Sigi, Sulteng, Mira Pasolong, 24-25 Agustus, 45 peserta)
5. Sagusaku ( PALI, Sumsel, Teddy Handika & Efierfita 25-26 Agustus)
6. Sagusaku (Sentan, Jayapura, Jevery, 24-25 Agustus)
7. Sagusaku ( Tobasa, Sumut, Nurbadriyah, 25-26 Agustus)
8. Sagusaku, Desain Cover ( Riau, BHP & Hendri & Yulismar, 25-26 Agustus)
9. Sagusaku (Kepahiang, Bengkulu, Bambang S, 25-26 Agustus)
10. Menemu Baling ( buton selatan, sulawesi tenggara, wulan widaningsih, 25-26 agustus)
11. Menemu Baling (Pontianak, Kalbar, Fahrul Ar-Razi , 25-26 Agustus)
12.Sagusata / Chustini . Kab Buol Sulawesi Tengah tgl 25-26 agustus 2018
13. SAGUDISTRO / Ferdi (Kab. Kutai Timur, Kalimantan Timur, 25-26 Agustus 2018)
14. Sesi Pelatihan Membuat Media Pembejaran Digital School To School (STST) Program IGI DKI di SMP Al Ma’ruf Jaktim dengan Learning Facilitator: Rahmad Chandra, S.Kom. Sabtu, 25 Agustus 2018.
15.Sesi Pelatihan K13 School To School Training (STST) Program IGI DKI Jakarta di Global Islamic School Jaktim dengan Learning Facilitator: Siti Fathonah, M.Pd. Sabtu, 25 Agustus 2018.
16. Sesi Pelatihan Ice Breaking School To School Training (STST) Program IGI DKI untuk MGMP Ekonomi di SMAN 22 Jaktim dengan Learning Facilitator: Yully Rachmawaty. Selasa, 21 Agustus 2018
17. SAGUSAKA: Yoel Istiawanto (SMAN 1 Kawangkoan, Kab. Minahasa) 24 Agustus 2018
18. Diklat Interaksi KBM Online dengan Edmodo, IGI Surabaya Jatim, Narsum: Bambang Hadi Prayitno, S. Si, Hotel Santika Surabaya,25-26 Agustus 2018
19. Diklat Android untuk Pembelajaran Inovatif, IGI Surabaya Jatim, Narsum: Sugeng Setiyo Budi, S.Th.I, & Atiko, SS, M. M.Pd, Hotel Santika Surabaya, 26 Agustus 2018
20. Workshop Kanal IGI Menemu Baling dan lomba menulis budaya Kaltim dengan Metode Menemu Baling, di arena festival Telihan Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim 26 Agustus 2018. Pelatih Suparno Ghopar
21. Pemanfaatan Android dalam Penilaian dan Administrasi Guru, Maluku Belajar di Halmahera Selatan, Narasumber : Widiyanto, M.Pd, 24-25 Agustus 2018
Makassar, 25 Agustus 2018
Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Pengurus Pusat
Ikatan Guru Indonesia

Pemerataan Pendidikan di Bumi Cendrawasih bersama Ikatan Guru Indonesia

Sebanyak 142 orang praktisi pendidikan berkumpul di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Papua pada hari Jumat, tanggal 24 Agustus 2018. Para guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK ini hadir untuk mengikuti Sosialisasi Pendidikan Inklusif yang digagas Ikatan Guru Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Supiori, Provinsi Papua.
Kegiatan sosialisi ini dihadiri oleh wakil Bupati Supiori Onesimus Rumere, S.SoS serta Kadisdik Supiori Rafles Ngilamele, S.STP, M,Si. Dalam sambutannya, Rafles sangat mengapresiasi kehadiran IGI dalam membantu pemerintah meningkatkan kompetensi guru di Supiori.
“Sebagai Kabupaten pemekaran dari Biak Numfor sejak tahun 2004, Supiori belum memiliki SLB (Sekolah Luar Biasa). Sehingga sosialisasi pendidikan inklusif sangat penting untuk mengubah mindset guru-guru agar tidak menolak keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah reguler”, lanjut Rafles.
Selain itu, Kadisdik Supiori ini juga menghimbau agar guru-guru memiliki kesadaran dan upaya sendiri dalam meningkatkan kompetensinya. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui berbagai wadah, termasuk melalui organisasi profesi guru seperti IGI. Mengikuti kegiatan-kegiatan IGI akan memudahkan guru untuk endapatkan informasi dan berbagai pelatihan, bahkan bisa menjadi pelatih.
Wakil Bupati Supiori, Onesimus Rumere, S.Sos, juga memberikan sambutan hangat atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran IGI menurutnya sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi Supiori “Sehat, Kenyang dan Pintar”. “Sosialisasi yang dilakukan hari ini adalah wujud “Pintar” dan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan” paparnya. Ia juga berharap agar IGI bisa menjadi media atas keberadaan Kab. Supiori di dunia luar dengan komitmen kedepan lebih pintar.
Selanjutnya pemaparan materi sosialisasi pendidikan inklusi disampaikan oleh Nursyamsih, S.Pd, M.Pd. selaku founder kanal Sagupasi yang juga menjadi salah seorang pengurus pusat IGI ini. Kanal Sagupasi (semua guru paham pendidikan inklusif) adalah salah satu kanal pelatihan IGI yang mengenalkan dan mengembangkan pendidikan inklusif di Indonesia. Dalam pemaparan materi, tampak antusias peserta dalam menikuti, bertanya dan mendiskusikan materi yang disampaikan oleh narasumber yang biasa disapa dengan bu Anchi ini.
Pembentukan Pengurus IGI
Sesuai harapan Kadisdik dan pesan Ketum IGI, Muhammad Ramli Rahim, usai penutupan sosialisasi dilanjutkan dengan pembentukan pengurus IGI kabupaten Supiori. Dari hasil musyawarah, forum akhirnya memberikan amanah dan tanggung jawab kepada bapak Rikson Kayai, S.Pd.,  Kepala SMPN 2 Amenweri distrik Supiori Timur Kab. Supiori sebagai ketua IGI Kabupaten Supiori.
Mewakili PP IGI, bu Anchi juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah setempat, khususnya bapak Rafles Ngilamele atas kerjasama dan sambutan yang luar biasa terhadap kehadiran IGI di Supiori.


“Sebelum saya kesini, saya tak mengenal siapapun di Supiori, Saya hanya punya kontak salah satu Guru Garis Depan (GGD) Mutmainnah S.Pd. Dia yang menghubungkan kami dengan WhatsApp pak Kadisdik.” ungkap Anchi.
“Tidak ada kata tidak mungkin. Jika kita mau berusaha pasti kita akan mendapatkan hasilnya, Semua ini kita lakukan didorong oleh motto IGI ” Sharing and Growing Together” selalu berbagi dan tumbuh bersama guru-guru di pelosok Indonesia.” tambahnya.
Ref/Sumber: Nursyamsih (PP IGI).

Rabu, 08 Agustus 2018

Audiensi Pengurus IGI Wilayah Papua dengan Wakil Walikota Jayapura



Hari ini Rabu, 8 Agustus 2018 Pengurus IGI Wilayah Papua berhasil audiensi dengan Wakil Walikota Jayapura. Semoga segera terbentuk kepengurusan IGI Kota Jayapura. Wakil Walikota berharap jika sudah terbentuk kepengurusannya dan diadakan pelantikan beliau dapat hadir.

Jumat, 03 Agustus 2018

TURUT BERDUKA CITA

Segenap Keluarga Besar 
IKatan Guru Indonesia Wilayah Papua
Mengucapkan
Turut Berduka Cita atas meninggalnya 

Bapak Murjono Murib, S.Pd
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya

Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
SINCE, M.Pd.
Ketua IGI Wilayah Papua

Minggu, 29 Juli 2018

IGI JANGKAU PROVINSI PALING TIMUR INDONESIA

IGI JANGKAU PROVINSI PALING TIMUR INDONESIA
Oleh: Mampuono
#menemubaling_news_factory
Pelantikan Pengurus IGI Wilayah Papua dan pengurus IGI Daerah Jayapura berlangsung berurutan pada pertengahan bulan Juli 2018 ini. Setelah penantian yang cukup panjang akhirnya Pengurus Wilayah dan Daerah paling Timur Indonesia itu berhasil dilantik yang menandai pengembangan IGI di tanah Papua mulai menggeliat.
Kegiatan pelantikan pengurus wilayah maupun daerah tersebut dirangkai dengan Workshop Merancang Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Digital dan Budaya Lokal yang dipandang strategis untuk memulai pergerakan IGI di Papua. Panitia diketuai oleh Sudin Lahasia, M.Pd., yang juga Sekretaris IGI Papua. Para pengurus baru itu merancang kegiatan workshop untuk menjawab tantangan implementasi Kurikulum 2013.


Kegiatan pelantikan dan workshop itu berlangsung di dua tempat dengan waktu berbeda. Pelantikan pengurus wilayah IGI Papua dan Workshop Sagudelta (Satu Guru Dua Evaluasi Digital) dan Saguwarna (Satu Guru Pewaris budaya Nasional) berlangsung pada tanggal 12-13 Juli 2018. Kegiatan berlangsung di Aula SMA YPPK Asisi Bonaventura, Sentani Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut diikuti oleh 79 orang guru dari berbagai jenjang dan beberapa sekolah. Narasumber kegiatan tersebut adalah Wakil Ketua Umum Regional I Sumbagut, Khairuddin, S,Pd., M.Pd,, dan Wakil Ketuan Umum XIV Papua dan Papua Barat, Chandra Sri Ubayanti, S.Pd, M.Pd.
Kegiatan yang samapun digelar di Jayapura pada tanggal 13-14 Juli 2018. Kegiatan yang menghadirkan 109 peserta dari sekitar kota Jayapura itu bertempat di Aula SMP Muhammadiyah Abepura, Kota Jayapura, Papua. Panitia dalam hal ini mengatur pada tanggal 13 Juli 2018 kedua narasumber dapat bertukar memberi materi.

Di hari terakhir kegiatan yakni tanggal 14 Juli 2018, kegiatan ditutup oleh pejabat dari Pemda Provinsi Papua sekaligus menyaksikan acara pelantikam pengurus IGi Wilayah Papua dan IGI Kabupaten Jayapura. Pejabat yg hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kabid GTK Provinsi Papua, Aloysius Jopeng, M.Pd. Dalam sambutannya pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Papua itu menyambut gembira hadirnya IGI di Papua. Tegasnya lagi, sudah lama para guru Papua mendambakan sentuhan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi mereka.
Pak Jopeng, demikian pejabat itu biasa dipangil, berpesan agar IGI dapat membangun komunikasi indah dgn organisasi guru yang sudah ada. Harapannya agar semua organisasi guru dapat bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru. Demikian pula agar guru yang berada di Papua bisa mendapatkan pencerahan dalam berorganisasi dengan baik.


Kegiatan pelantikan dan workshop tersebut berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir. TVRI Papua juga turut meliput kegiatan yang cukup fenomenal di Papua tersebut. Peserta tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Meski tempat tinggal atau tempat bertugas mereka sebagian sangat jauh dari lokasi kegiatan, semangat mereka untuk maju tidak menghalangi mereka untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Meski hujan terus menerus mengguyur kota Jayapura semangat peserta tak pernah surut bahkan bertambah di hari kedua. Ketua IGI wilayah Papua Since. dan Ketua Daerah IGI kota Jayapura, Heri, terlihat sangat puas dengan kegiatan ini.
Pelangi yang terpancar di langit Papua dengan keberadaan IGI ini semakin memendarkan cahaya semangat para guru Papua hingga memunculkan binar harapan berwarna-warni yang indah mempesona.
_mrt_
Kontributor:
Since & Chandra

Rabu, 18 Juli 2018

SATU LANGKAH LAGI IGI DI TANAH PAPUA TAHUN 2018

Dalam seminggu empat kepengurusan daerah/wilayah telah terbentuk
Oleh
Chandra Sri Ubayanti, M.Pd
Pengukuhan Pengurus Pusat IGI reshuffle ke-2 yang diselenggarakan berbarengan dengan Temu Nasional Pelatih (TNP) pada tanggal 6 Januari 2018 di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta Pusat yang lalu merupakan babak kebangkitan pergerakan IGI di tanah Papua selangkah lebih maju. Saya dilantik menjadi Wakil Ketua Umum Pengebangan Regional XIV untuk Papua dan Papua Barat. Tugas ini tidak serta merta saya ambil, bahkan sebaliknya sempat saya tolak. Membayangkan luasnya wilayah tugas saja sudah merinding, mengkerut, merasa kecil, merasa tak sanggup. Bagaimana saya harus memulai dan dengan cara apa tidak ada yang bisa memberi tahu. Namun perlahan dukungan dari banyak pihak, keluarga, rekan-rekan di PP dan sesama IGIers menjadi suluh untuk mulai mengambil langkah pertama.
Langkah diawali dengan rekrutmen anggota IGI dengan menyebar undangan dalam dua grup whatsapp, yaitu grup Persiapan IGI Papua, dan Papua Barat Undangan dalam bentuk formulir online membantu terkumpulnya teman-teman di Papua dan Papua Barat yang tertarik dengan IGI dengan cepat. Ada tiga hal tujuan kedua grup itu terbentuk, yaitu (1) mensosialisasikan IGI, (2) membentuk kepengurusan IGI Wilayah Papua dan Papua Barat, dan (3) merencancakan kegiatan pelatihan/seminar sekaligus pelantikan pengurus. Seiring waktu dua grup tadi bertambah menjadi gurup-grup persiapan IGI daerah karena beberapa daerah merasa perlu untuk membentuk kepengurusan juga. Hal yang diluar perkiraan namun mengindikasikan adanya semangat berIGI dari teman-teman di Papua dan Papua Barat.
Bagaimana mencapai tiga  tujuan ini? Beberapa orang yang ke luar dari grup karena merasa tak sepaham dengan visi misi IGI, sulitnya mencari orang yang mau masuk dalam kepengurusan, dan bagaimana caranya agar teman-teman anggota yang baru masuk IGI ini mau menyelenggaran kegiatan pelatihan/seminar adalah hal yang dialami. Lalu dipilih strategi satu sekolah menjadi tuan rumah untuk dua pelatihan dengan syarat minimal 50 orang anggota IGI. Melalui share info dari salah seorang anggota IGII di grup sekolahnya. Kepala Sekolah SMA ASISI Sentani, pak Heribertus merespon pertama kali program ini. Jumlah guru SMA ASISI kurang dari 50. Solusinya kemudian tiga sekolah digabung namun diselenggarakan di satu sekolah. Niat SMA ASISI untuk menjadi tuan rumah pelatihan IGI menjadi trigger bagi sekolah lain.
Untuk Papua, SMA ASISI Sentani Jayapura dan SMP Muhammadiyah Abepura Jayapura bersedia. Untuk Papua Barat, SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong pun bersedia menjadi tuan rumah pelatihan IGI. Dua persiapan pun dilakukan, persiapan kegiatan pelatihan dan pelantikan pengurus. Dari mana dana kegiatan, bagaimana harus mengumpulkan peserta, siapa yang mau bekerja menjadi panitia pelaksana kegiatan, bagaimana rancangan pelantikan, pejabat siapa saja yang datang, bagaimana konsumsi, di mana narasumber ditaruh untuk menginap serta masalah transprtasi selama tiga hari kegiatan, bagaimana pula urusan publikasi, dan tak kalah penting legalitas kegiatan agar sertifikat yang dikeluarkan dapat digunakan oleh para peserta saat mengurus kenaikan pangkat. Cukup banyak yang harus dipikirkan dan diselesaikan, karena semua teman-teman di daerah berangkat dari nol baik dana mapun pengetahuan tentang ke-IGI-an. Alhamdulillah, komunikasi yang harmonis melalui WA dan telepon dapat membangun koordinasi yang baik. Papua yang luas ternyata bisa diatasi tanpa tatap muka.
Pada pelatihan IGI di Jayapura dan Sorong ini transportasi narasumber ditanggung IGI Pusat. Keperluan kegiatan di daerah menjadi tanggung jawab sekolah atau panitia kegiatan. Beberapa sponsor lokal ikut membantu penyelenggaraan, bahkan peserta memberikan kontribusi untuk fasilitas konsumsi dan sertfikat. Untung pula di IGI dikenal isitilah Guru Saudara, rekan IGIers yang bersedia membuka rumahnya untuk tempat narasumber menginap selama kegiatan. Hal inilah yang menjadi ciri kemadirian IGI, yang dapat bergerak meski tak ada bantuan dana dari pemerintah.
Direncanakan tanggal 12-13 Juli 2018 kegiatan di SMA ASISI Sentani Jayapura, sedangkan di SMP Muhammadiyah Abepura Jayapura pada tanggal 13-14 Juli 2018. Materi yang dilatihkan adalah materi dari kanal pelatihan Sagudelta (Satu Guru Dua Evaluasi Digital, founder: Khairuddin, S.Pd., M.Pd.)  dan Saguwarna (Satu Guru Pewaris Budaya Nasional, founder: Chandra Sri Ubayanti, M.Pd.). Penetapan tanggal ini hasil diskusi panitia daerah agar pada tanggal 13 kedua pelatih dapat saling bertukar posisi hingga tidak ada kekosongan.  Jarak kedua sekolah cukup jauh. Ini menjadi pengalaman yang berkesan saat bertukar posisi karena harus berkendara sekitar satu jam melalui jalanan yang berkelok-kelok. Agar tidak terlambat kami berkendara cukup kencang, walhasil tiba di lokasi kegiatan harus menahan rasa pusing dan mual.
Tidak hanya perjalanan menegangkan ini yang menarik. Semangat peserta hingga tidak mau beranjak mengambil konsumsi saat istirahat atau masih tetap bertahan di ruangan meski kegiatan telah ditutup adalah sesuatu sekali. Hampir semua guru peserta menunjukkan antusias yang tinggi dalam mengikuti kegiatan. Kehadiran di hari kedua yang tetap seratus persen bahkan bertambah juga mengindikasikan bahwa para guru sangat haus dengan pengetahuan yang baru terkait dengan perancangan dan penilaian berbasis digital dan budaya lokal. Pelatihan ditutup dengan pelantikan pengurus IGI Wilayah Papua dan IGI Kabupaten Jayapura. Dikukuhkan oleh Pengurus Pusat IGI yang dalam hal ini diwakili kedua narasumber yang juga merupakan pengurus IGI Pusat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua (Kasubdit. GTK Provinsi Papua) dan Dewan Pakar (STIKES Jayapura) juga menjadi saksi prosesi pelantikan ini.
Tiga hari di Jayapura, IGI masih terus melebarkan sayapnya ke Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Sorong. Pelatihan yang sama pada tanggal 15 dan 16 Juli 2018 dilaksakan sekaligus pelantikan dua daerah, yaitu Kota dan Kabupaten Sorong. Jumlah, animo, dan antusiasme peserta baik di Papua maupun di Papua Barat dapat dikatakan memiliki kesamaan. Standar peserta 50 yang ditargetkan ternyata selalu terlampaui. Diminta untuk berhenti istirahat pun enggan beranjak saking asyiknya belajar. Ini sungguh menggembirakan. Menghilangkan rasa lelah kami sebagai narasumber. Padahal tiap peserta perlu menempuh perjalanan cukup jauh dalam dua hari pelatihan.
Esok kami harus bertolak pulang kembali ke tempat tugas asal. Saya ke Fakfak, dan pak Khairuddin ke Aceh Timur. Terima kasih IGI, atas kesempatan tumbuh bersama ini. Lebih khusus kepada sahabat saya, motivator saya, pak Khairuddin, S.Pd.,M.Pd. yang meski harus melintasi pulau dan lautan dari Aceh ke Papua.

Jumat, 14 April 2017

POLA IGI FAKFAK MERETAS HAMBATAN GEOGRAFIS PAPUA BARAT

CHANDRA SRI UBAYANTI, M.Pd
Ketua IGI Kabupaten Fakfak
Setelah resmi berdiri tanggal 7 Febuari 2017 yang lalu, IGI Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat mulai menentukan langkah yang strategis bagi perkembangan organisasi. Jumlah anggota sampai hari ini tercatat telah mencapai 55 orang, jumlah yang menunjukkan perlu adanya pemberdayaan anggota untuk meraih tujuan organisasi. Meski pengurus disibukkan dengan tugas rutin di sekolah karena memang sebagian besar pengurus menempati posisi penting di sekolah masing-masing, pemikiran tentang perkembangan organisasi tidak dapat diabaikan.
Melalui beberapa kali rapat pengurus, diputuskan beberapa hal penting sambil menunggu rapat kerja daerah. Keputusan itu adalah (1) Klasifikasi anggota berdasarkan satuan pendidikan dan distrik, (2) menggerakkan anggota melalui kegiatan rutin, (3) penentuan pola kegiatan rutin IGI yang khas sesuai dengan situasi dan kondisi di Fakfak (terutama kondisi geografis yang ada). Berdasarkan data dari Disdikpora Kabupaten Fakfak (7/4/2016) Jumlah guru-guru Fakfak adalah 1.793 orang. Dalam hal ini 1.013 guru SD, 484 guru SMP, 206 guru SMA, dan 90 guru SMK yang tersebar di 17 distrik. Untuk mencapai beberapa distrik di luar kota bukan saja jauh, tapi harus melintasi hutan yang sepi, jalan yang berkelok-kelok, atau ada yang harus melewati jalur laut. Diperlukan waktu dan biaya yang cukup besar untuk itu. Dengan pemetaan jumlah guru per distrik, per satuan pendidikan apa yang dapat dilakukan untuk mempercepat perkembangan organisasi? Akhirnya diputuskan satu pola kegiatan rutin IGI Fakfak yaitu NEW NET yang merupakan kependekan dari One Week One Point (satu minggu satu titik), terinspirasi dari program-program IGI yang diawali Sagu (satu guru) juga mengadopsi program Visits School IGI Aceh Timur. NEW NET sendiri bisa bermakna jaringan baru atau keuntungan baru, sepertinya cocok untuk menggambarkan arah pola IGI Fakfak. Mengapa Point? Karena bisa jadi kegiatan tidak dilaksanakan di sekolah namun bisa di mana saja. Apakah di aula distrik, di gereja, di mesjid, atau di rumah salah seorang guru yang kesemuanya sangat tergantung situasi dan kondisi yang ada. Lalu mengapa Week? Diperlukan ukuran waktu tentunya terkait sebuah percepatan, di mana semua yang terukur akan memudahkan saat evaluasi.
Dalam jangka pendek NEW NET masih  dilaksanakan di distrik yang berada di sekitar kota, yang relatif mudah dijangkau dengan kendaraan jalur darat, dan sesuai dengan kemampuan pengurus/anggota yang tetap berfokus pada motto sharing, growing, together. Memberdayakan potensi anggota, dengan komitmen: siapa bisa apa, itu yang disampaikan saat NEW NET.
NEW NET perdana dilaksanakan kemarin lalu pada hari Selasa, 11 April 2017 di SD Fathimah Fakfak (SD Katolik yang berada di pusat kota Fakfak) pada sore hari oleh saya sendiri. Di titik itu, terdapat dua kelas mahasiswa Universitas Terbuka PGSD. Bapak Ibu guru SD yang berjumlah 54 orang itu disiapkan oleh ibu Cicilia (pengurus IGI Fakfak yang juga menjadi Dosen UT) untuk mensosialisasikan IGI kepada mereka. Dengan berbekal file powerpoint Over view IGI yang saya peroleh dari rekan SADAR (Sarasehan dalam jaringan) saya pun berdiri di hadapan bapak Ibu guru SD tersebut. Berbagi cerita tentang bagaimana dan mengapa saya masuk IGI, dan mengapa kita perlu masuk IGI.
Secara umum respon mereka positif, antusias. Beberapa bahkan langsung mendaftarkan diri sebagai anggota. Sebelumnya blangko formulir telah saya siapkan. Saya juga menyampaikan bahwa di akhir bulan April ini insya Allah IGI Fakfak akan mendatangkan nara sumber nasional dalam kegiatan workshop dan seminar tentang literasi digital dan teknologi dalam pembelajaran matematika.   Dari diskusi dengan mahasiswa UT PGSD itu ada hal yang wajib kami perhatikan yaitu masalah akses informasi. Mereka menyebutkan, banyak daerah belum terjangkau sinyal telpon seluler. Informasi yang mereka peroleh hanya lewat RRI atau surat yang dititipkan pada pejalan atau mobil angkutan penumpang. Kesulitan untuk mengakses informasi ini akan kami bawa dalam rapat anggota selanjutnya.
Selanjutnya salah satu gagasan yang sudah saya upayakan untuk meretas hambatan transporasi dan geografis adalah menggandeng pihak-pihak terkait. Telah ada dua instansi yaitu Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak yang bersedia memberi tumpangan saat mereka melakukan turne ke kampung-kampung atau distrik. Hal yang akan kami laksanakan pada waktu yang akan datang. Hari ini NEW NET telah terpasang di satu titik. Minggu depan kami akan melangkah ke sebuah gereja dalam kegiatan sekolah minggu. IGI diminta untuk mengisi acara tentang metode belajar yang efektif bagi anak-anak sekolah minggu dalam perayaan Paskah nanti. Ceritera perjalanan kami titik-titik lain pada waktu selanjutnya pasti akan kami sampaikan. Doakan kami tetap bersemangat demi kemajuan pendidikan di Papua Barat. Amiin. (CSU)